Kebenaran ….
Wednesday, May 24th, 2006Hari ini aku pertama kali bertatap dengan sebuah film bernama GIE, memang sih ini udah terlalu lama…. Memang perjalanan hidupku membuatku sulit untuk menatap layar kaca lebar…
Tapi aku mendapatkan sebuah pelajaran dari kisah ini, sebuah kisah menarik perjalanan seorang manusia,
Dan ketika ku tatap kehidupan saat kini, kurasa Gie kan berpikir bahwa keadaan semakin mencekam, dimana simbol-simbol penyeimbang rakyat sudah kian tergerus. Mahasiswa sebagai penyeimbang itu telah kehilangan akarnya…
Apakah penyebab itu mereka bertanya … Maka jawablah manusia naif ini…
Generasi demi generasi telah berlanjut dalam kehidupan berbangsa ini,
Dulu akar kemunafikan itu masih dalam proses penjalarannya, merambah manusia -manusia yang memang hatinya telah ditimpakan kotoran. Kini akar itu sudah benar-benar menghinggapi seluruh aspek jiwa dan semangat bangsa ini.
Dulu mungkin mereka yang menolak menjadi manusia yang zhalim, masih bisa bernapas lega, kini mereka yang tidak mau menjadi bagian dari kemunafikan itu harus tersingkir jauh… jauh… bahkan harus dilenyapkan…
Apa yang harus kuucapkan lagi pada bangsa ini… Ketika golongan munafik menguasai negara ini generasi demi generasi, ketika mereka menularkan ilmunya pada keturunannya…
Keturunannya yang seharusnya menjadi pembela bangsa, mahasiswa yang seharusnya semangat membela kebenaran, kini mungkin hanya tinggal hitungan jari… Kini mereka mahasiswa terpaksa menjadi bagian dari kemunafikan itu, agar mereka tidak di campakkan oleh dunia… Kini mereka hanya semangat membela kebenaran diri mereka, kebenaran keluarga mereka,kebenaran perut mereka, dengan simbol-simbol perjuangan rakyat.
Ketika mereka maju menjadi pemimpin andai ku tahu apa isi hati mereka, kebenarankah atau kah kursi DPR ??
Apa lagi yang harus kuucapkan ???
Mungkin kemunafikan ini pun telah menjalar ke dalam tubuh ini tanpa aku sadari, lambat laun tubuhku pun menjadi bingung, mengapa aku hanya diam, melihat ini semua… Tapi apa bisaku ??
Waktu telah berhasil memperlemah kami mahasiswa, sedikit demi sedikit ia melenyapkan semangat kaum pembaharu, pembela kebenaran menjadi pembela hura-hura, pesta, dan pacaran. Konsep yang dengan berhasil sukses masuk ke dalam tubuh kami …
Sedikit demi sedikit mereka berhasil menjauhkan kami dari perjuangan kami dan menyuap kaum yang katanya tidak bisa disuap tanpa kami ketahui, dengan kesenangan itu semua….
Dan parahnya lagi kami mendapatkan kesenangan itu dari golongan yang seharusnya kami lawan, Tanpa kami sadari, Mungkin saja mereka adalah bagian dari keluarga kami …
Bagaimana mungkin kami menjatuhkan mereka jika mereka adalah kami, dan kami adalah mereka.
Maka telah jelaslah apa yang diucapkan…
Bagaimana mungkin kami menegakkan kebenaran jika kebenaran itu bukan kami, Bagaimana kami mungkin menjatuhkan kemunafikan jika itu adalah darah kami…. TIDAK KAMI TIDAK MAU !!!!
Maka telah jelaslah apa yang diucapkan….
HAAAAAIIII KAMU Jaga mulutmu…..
Hmmm maka ucaplah diri ini, hmmm aku hanya manusia yang merantau dari sana ke sini melihat kebenaran hanya pada kebenaran walau terkadang aku kelilipan…
Aku melihat mengapa manusia begitu adanya, apakah hanya "dia dan dia" yang ia pikirkan, padahal jika ia bisa melihat jauh akan kemakmuran global hanya jika untuk sedetik saja ia berkata "kita dan kita" yang pada akhirnya akan berimbas pada dia juga …. Aku bingung mengapa mereka hanya melihat kebenaran dalam relativitas diri mereka, entah bagaimana mereka berhasil meyakinkan diri mereka bahwa ini adalah hal yang benar dan mereka lah penyelamat bangsa.
Padahal nisan bangsa ini ada pada tangan mereka …..
Tinggal menunggu kehancuran itu tiba, jika tiap hari di isi dogma dan paradigma isi kepala mereka yang kotor, yang mereka rancang sendiri.
Tapi kutahu bukan mereka saja yang menjadi akar kehancuran, teori konspirasi menyebutkan bahwa kekuatan besar dari luar pun akan selalu berusaha mengerahkan mereka yang ada di luar mereka agar mereka tidak bisa bangkit….
Kompleksitas dan kekacauan semakin menjalar…. Menunggu tiba hari itu…. hari yang kami nantikan….
Hari dimana kami membuat perubahan dengan menyadarkan mereka yang sudah jenuh atas kekacauan, bahwa hari-hari besar kebangkitan kita telah tiba…
Bahwasanya bangsa kita ibarat sebuah roda, pada masa perputarannya setelah berada di bawah kita akan segera menuju ke atas…. Percayalah pada hari itu