Aku akan ceritakan sebuah rahasia…
Tolong jangan katakan ke siapa2, aku bisa di bunuh
kalo sampai ketahuan aku menyebarkannya…
Media Massa di surat kabar menyatakan keberhasilan
bangsa Indonesia dalam membangun pendidikannya
dengan peningkatan nilai NEM sebagai acuannya. Aku
pun sangat gembira sekali mendengar hal itu,
akhirnya bangsa kita ada kemajuan aku pikir….
Sampai saat itu…
Saat itu ketika aku berbicara dengan seorang guru
yang mengajar di SMU, akan kenyataan yang ada.
Ia berbisik bahwa hasil yang diterima murid-murid
itu tidak murni, Ia berkata bahwa itu hanyalah
manipulasi,
Ada tiga lapis kebusukan UAN di Indonesia.
1. Sebelum murid masuk ke ruang ujian mereka sudah
dibekali dengan contekan, baik berupa jawaban soal
yang sudah bocor maupun bocoran2 lain.
2. Setelah Murid menyelesaikan soal, terdapat jeda
1 jam sampai soal dikirmkan, waktu itu digunakan
oleh guru2 untuk mengganti jawaban2 soal murid ke
jawaban yang benar.
3. Setelah dikirimkan ke wilayah pusat kodya,
terdapat sebuah "negosiasi" antara kepala-sekolah2
dengan mereka yang berkepentingan agar persentase
kelulusannya dinaikan.
Selain itu lingkaran kejahatan itu tidak berhenti
disini. Pada saat UAN terjadi, pengawas merupakan
guru dari sekolah lain agar mengantisipasi
kecurangan, masalahnya terjadi sebuah kerjasama
antar sekolah untuk menyukseskan "misi" mereka.
Guru itu berkata:"Selama mereka baik, kita juga
baik. Jika mereka tidak baik kita juga"
"Ketika itu mereka tidak baik di hari ketiga, ya
kami membalas, lalu kami cek semua murid saat
ujian terakhir. Ketahuan salah seseorang membawa
contekan.
Setelah itu menangislah seluruh kelas"
Sebagai gambaran betapa bodohnya bangsa ini, ku
beri contoh sebuah sekolah rata2 di jakarta barat.
Sebelum UAN, sekolah ini mengadakan tryout untuk
menguji kemampuan murid2 di bidang bahasa Inggris.
Hasilnya amat menyedihkan dari 500 murid di
sekolah ini hanya 120an orang yang lulus di atas
4,5. Atau hanya
24% an. Padahal kenyataan saat selesai UAN mereka
lulus 95%.
Betapa bodohnya bangsaku 71% murid itu di"lulus"kan
Dan sebuah kenyataan jika anda bertanya pada guru2
di Jakarta Barat tentang persentase kelulusan,
mereka berkata 95%. Tetapi jika anda mau mendengar
lebih teliti mereka akan berkata bahwa sebenarnya
hanya 72%, tetapi setelah terjadi negosiasi antar
kepala sekolah dengan departemen pendidikan
dicapai konspirasi 95%.
Itu pun 72% yang tak murni, setelah kecurangan
antar sekolah, contekan, "tim sukses"dll.
Hal ini terjadi di seluruh Indonesia
Lalu mengertilah aku mengapa koruptor mewabah di
indonesia, penipu berkeliaran dimana2, maling2
beredar,
KARENA MEREKA TELAH DIAJARKAN DARI KECIL, karena
itulah yang diajarkan "beberapa" sekolah pada kita.
Mungkin dulu masih tidak separah ini, karena dulu
UAN tidak begitu pengaruh pada kelulusan, tapi
kini itulah yang terjadi…
Sebuah bangsa yang seharusnya tobat dengan
berbagai peringatan musibah dari Tuhan, mengapa ia
tidak mau sadar.
Padahal kebangkitan itu berangkat dari kesadaran
bahwa kita masih bodoh, terbelakang, salah, dan
dari kesadaran itu kita memperbaiki diri.
Apakah harus bangsa yang kucintai ini di azab
dengan kehancuran yang lebih parah???
Mungkin besok aku akan digantung dengan tuduhan
merusak nama baik pemerintah, tetapi aku sudah
muak dengan semua kemunafikan ini, aku harus
berbuat sesuatu.
Aku tidak tahu kamu peduli pada rakyat kita, pada
bangsa kita. Pada kehancuran yang membayangi
bangsa kita. Tapi jika masiih ada kepedulian itu,
maka ketahuilah bahwa kita masih bodoh, KITA HARUS
MELAKUKAN PERBAIKAN.
Kamu boleh bantu aku dengan menyebarkan kebenaran
ini. Walau aku mungkin besok di gantung. Tapi tak
apa2 lah, asal anak cucu kita bisa bisa merasakan
indonesia yang lebih indah.
Apa artinya Kemerdekaan dengan kebodohan?
Apa artinya Reformasi tanpa perubahan?
Bangsa kita tidak pernah merdeka, bangsa kita tak
pernah bereformasi.
Itu hanyalah huruf2 di buku sejarah yang mereka
paksa kita terima…..