Archive for June, 2006

Aku berpikir untuk hijrah

Friday, June 30th, 2006

Terlalu banyak kebobrokan di negeri asalku, aku bingung…
Aku takut masuk dalam lubang yang sama…
Aku tidak mau aku mencaci diriku sendiri
Diriku di masa depan…

Lalu aku berpikir untuk hijrah saja, tak apalah aku meninggalkan semua kehidupan di sini, insya allah setelah lulus S1. Aku mau belajar bahasa Arab lagi… Aku ingin pergi ke tanah para nabi, lalu mencari ilmu disana. Aku ingin agar Allah tersenyum padaku… Lalu setelah aku mendapatkan ilmu itu aku akan kembali ke sini… Mungkin…Atau mungkin tidak…

Tapi yang terpenting Allah tersenyum padaku, aku takut Ia tak mau melihatku di akhirat nanti… Aku takut… Aku takut aku akan masuk jurang. Allah tolong..aku..

Bangsa yang masih bodoh

Friday, June 30th, 2006

Aku akan ceritakan sebuah rahasia…
Tolong jangan katakan ke siapa2, aku bisa di bunuh
kalo sampai ketahuan aku menyebarkannya…

Media Massa di surat kabar menyatakan keberhasilan
bangsa Indonesia dalam membangun pendidikannya
dengan peningkatan nilai NEM sebagai acuannya. Aku
pun sangat gembira sekali mendengar hal itu,
akhirnya bangsa kita ada kemajuan aku pikir….

Sampai saat itu…

Saat itu ketika aku berbicara dengan seorang guru
yang mengajar di SMU, akan kenyataan yang ada.

Ia berbisik bahwa hasil yang diterima murid-murid
itu tidak murni, Ia berkata bahwa itu hanyalah
manipulasi,

Ada tiga lapis kebusukan UAN di Indonesia.

1. Sebelum murid masuk ke ruang ujian mereka sudah
dibekali dengan contekan, baik berupa jawaban soal
yang sudah bocor maupun bocoran2 lain.

2. Setelah Murid menyelesaikan soal, terdapat jeda
1 jam sampai soal dikirmkan, waktu itu digunakan
oleh guru2 untuk mengganti jawaban2 soal murid ke
jawaban yang benar.

3. Setelah dikirimkan ke wilayah pusat kodya,
terdapat sebuah "negosiasi" antara kepala-sekolah2
dengan mereka yang berkepentingan agar persentase
kelulusannya dinaikan.

Selain itu lingkaran kejahatan itu tidak berhenti
disini. Pada saat UAN terjadi, pengawas merupakan
guru dari sekolah lain agar mengantisipasi
kecurangan, masalahnya terjadi sebuah kerjasama
antar sekolah untuk menyukseskan "misi" mereka.

Guru itu berkata:"Selama mereka baik, kita juga
baik. Jika mereka tidak baik kita juga"
"Ketika itu mereka tidak baik di hari ketiga, ya
kami membalas, lalu kami cek semua murid saat
ujian terakhir. Ketahuan salah seseorang membawa
contekan.
Setelah itu menangislah seluruh kelas"

Sebagai gambaran betapa bodohnya bangsa ini, ku
beri contoh sebuah sekolah rata2 di jakarta barat.

Sebelum UAN, sekolah ini mengadakan tryout untuk
menguji kemampuan murid2 di bidang bahasa Inggris.
Hasilnya amat menyedihkan dari 500 murid di
sekolah ini hanya 120an orang yang lulus di atas
4,5. Atau hanya
24% an. Padahal kenyataan saat selesai UAN mereka
lulus 95%.

Betapa bodohnya bangsaku 71% murid itu di"lulus"kan

Dan sebuah kenyataan jika anda bertanya pada guru2
di Jakarta Barat tentang persentase kelulusan,
mereka berkata 95%. Tetapi jika anda mau mendengar
lebih teliti mereka akan berkata bahwa sebenarnya
hanya 72%, tetapi setelah terjadi negosiasi antar
kepala sekolah dengan departemen pendidikan
dicapai konspirasi 95%.

Itu pun 72% yang tak murni, setelah kecurangan
antar sekolah, contekan, "tim sukses"dll.

Hal ini terjadi di seluruh Indonesia

Lalu mengertilah aku mengapa koruptor mewabah di
indonesia, penipu berkeliaran dimana2, maling2
beredar,
KARENA MEREKA TELAH DIAJARKAN DARI KECIL, karena
itulah yang diajarkan "beberapa" sekolah pada kita.

Mungkin dulu masih tidak separah ini, karena dulu
UAN tidak begitu pengaruh pada kelulusan, tapi
kini itulah yang terjadi…

Sebuah bangsa yang seharusnya tobat dengan
berbagai peringatan musibah dari Tuhan, mengapa ia
tidak mau sadar.

Padahal kebangkitan itu berangkat dari kesadaran
bahwa kita masih bodoh, terbelakang, salah, dan
dari kesadaran itu kita memperbaiki diri.

Apakah harus bangsa yang kucintai ini di azab
dengan kehancuran yang lebih parah???

Mungkin besok aku akan digantung dengan tuduhan
merusak nama baik pemerintah, tetapi aku sudah
muak dengan semua kemunafikan ini, aku harus
berbuat sesuatu.

Aku tidak tahu kamu peduli pada rakyat kita, pada
bangsa kita. Pada kehancuran yang membayangi
bangsa kita. Tapi jika masiih ada kepedulian itu,
maka ketahuilah bahwa kita masih bodoh, KITA HARUS
MELAKUKAN PERBAIKAN.

Kamu boleh bantu aku dengan menyebarkan kebenaran
ini. Walau aku mungkin besok di gantung. Tapi tak
apa2 lah, asal anak cucu kita bisa bisa merasakan
indonesia yang lebih indah.

Apa artinya Kemerdekaan dengan kebodohan?

Apa artinya Reformasi tanpa perubahan?

Bangsa kita tidak pernah merdeka, bangsa kita tak
pernah bereformasi.
Itu hanyalah huruf2 di buku sejarah yang mereka
paksa kita terima…..

Kebangkitan eropa di jaman pertengahan

Monday, June 26th, 2006

Aku beberapa hari lalu ngobrol dengan Guru Sejarahku di SMU. AKu menanyakan sebuah pertanyaan yang sangat ingin kutanyakan beberapa Tahun belakangan.

"Ya ustad" ku bertanya "Bagaimana dulu orang2 eropa itu bangkit dari kejatuhan??"

Lalu ustadku berkata " SADAR "

Ketika itu perang salib berkecampuk di daratan eropa, lalu orang eropa kalah perang, kejatuhan demi kejatuhan mereka alami, mereka kehilangan banyak wilayah.

Lalu dari sana mereka mulai SADAR kalau mereka sangat terbelakang. Bayangan akan kehancuran, keterpurukan, hapusnya existensi mereka membuat mereka SADAR. Dari keSADARan itu mereka pun giat belajar dan mulai sedikit demi sedikit bangkit.

Lalu kutanya apa yang harus kita, umat islam, lakukan agar bangkit kembali???

Lalu ia berkata "SADAR"

SADAR bahwa kita masih terbelakang
SADAR bahwa masih banyak yang kelaparan
SADAR bahwa kita tidak kaya seperti yang di ajarkan di buku2 pelajaran sekolah dulu
SADAR bahwa existensi kita dengan sangat bisa terhapus
SADAR bahwa Islam mungkin hanya KTP.
SADAR bahwa kita bisa luluh lantak
SADAR bahwa kita tidak Ramah
SADAR bahwa kita korup
SADAR bahwa terkadang kita tidak jujur
SADAR bahwa kita masih bodoh.
SADAR bahwa kita terkadang masih hanya bisa ngomong doang (seperti penulis:P)
SADAR bahwa terkadang kita masih munafik

SADAR SADAR !!! Dengan kesadaran itu, ayo kita bangkit bersama2. Menjadi lebih baik.      
Demi kebangkitan Islam !!!

Musibah demi musibah

Monday, June 26th, 2006

Musibah demi musibah terus melanda tanah yang kupijak…

Ketika tanah negeri seberang bergetar karena gempa mereka berkata:
Wah kasian yah mereka kena gempa, mungkin mereka terkena azab Allah, untung saya tidak kena. Saya kan orang baik.

Lalu mereka terus menjalani kehidupan korupsi mereka, dengan anggapan Uang 5000 perak mereka di mesjid telah menebus dosa mereka, dan menjadikan mereka baik,,,

Ketika tanah negeri seberang terendam karena banjir mereka berkata:
Wah kasian yah mereka kena banjir, mungkin mereka banyak dosa, untung saya tidak kena. Saya kan orang bersih.

Lalu mereka terus menjalani penipuan2  mereka, dengan anggapan Status "Haji" mereka  telah menebus dosa mereka, dan
menjadikan mereka baik,,,

Lalu datanglah musibah itu menimpa mereka dari arah atas, bawah dan samping…
mereka menjerit berkata KENAPA TUHANKU, KENAPA !!!

Manusia memang aneh….

Seharusnya kita, aku dan engkau sadar bahwa musibah yang kita alami bukan hanya peringatan bagi mereka yang terkena, tapi bagi kita yang tidak terkena juga.
Jangan sampai kita sadar dengan kesadarannya Firaun, ketika semuanya telah terlambat.

Allah sangat mencintai kita, Allah memberi kita cobaan agar kita kembali mengingat tujuan hidup kita. Kita terlena karena harta dunia yang hanya tipu daya belaka, maka Allah mengambilnya untuk sementara dan mengembalikannya dengan surga yang lebih indah, jika kita mau sadar.

Tidak akan bosan aku ucapkan ini, dan tidak akan aku berpaling dari perkataan ini.
BANGKITLAH ISLAM, BANGKITLAH INDONESIA, dari keterpurukan bangkitlah ia sebuah kekuatan yang telah terpendam!!!!

Aku ingin jadi lebih baik

Monday, June 26th, 2006

Hmmm sudah sewajarnya manusia menginginkan menjadi lebih baik dari hari yang telah ia lalui…

Pada masa yang ingin dilalui aku pun ingin menjadi lebih baik, tapi berkata memang mudah, dan perbuatan adalah wujud kongkret sebuah perubahan. Aku pernah beranggapan bahwa jika ada yang mengatakan padaku "Aku ingin berubah" maka jangan percaya itu. Karena perubahan itu dilakukan bukan diucapkan. Tetapi aku mengatakan ini demi meningkatkan semangat diri saja. Dan aku tak butuh kepercayaan orang dari ucapanku, aku hanya perlu membuktikannya.

Terdapat ilmu psikologi dimana ketika engkau mengucapkan apa yang kamu inginkan dengan keyakinan, maka kemungkinanmu menuju keinginan itu lebih tinggi. Aku tak mau jadi orang munafik, maka kuakui memang aku masih terlalu banyak kekurangan. Aku hanya percaya selama kita mengarahkan pandangan pada arah yang baik, lambat laun kita akan menuju arah sana.

Hanya dengan harapan agar yang memiliki diri ini tersenyum.

Bangkitlah bangsaku bangkitlah

Saturday, June 17th, 2006

Banyak yang mengemukakan pendapat bahwasanya bangsa Indonesia berada pada kejatuhannya. Apakah benar ini akan menjadi akhir dari sejarah kita dan rakyat kita?? Tidak ! Kita tidak dapat mempercayainya !! Jaman ini harus dinamakan bukan kejatuhan bangsa kita, tetapi kebangkitan kita !!! Hanya saja kejahatan dan yang berpenyakit hancur, dan biarkan ia mati !!!

Tetapi kehidupan baru akan bersemi.

Keyakinan akan ditemukan kembali, jika keinginan itu ada disana. Kekuatan kita mempunyai keyakinan itu, dan keyakinan ada bersama rakyat yang percaya. Jadi kita harus kembali dalam kebersamaan pada saat ini, untuk membuktikan secara simbolis bahwa kita lebih dari kumpulan individu-individu yang memakan satu sama lainnya, tidak ada lagi diantara kita yang terlalu angkuh, tidak ada lagi ketidakadilan, tidak ada lagi kesedihan, kita berdiri bersama-sama di hadapan yang maha kuasa dan dihadapan dunia, pada sebuah komunitas yang berpegang teguh. Dan bangsa ini membutuhkannya.

Pikirkanlah wahai saudaraku, apakah bangsa ini dan bandingkanlah dengan bangsa lain. Apa yang kita punyai? Kemiskinan dimana2 penganguran sebanyak 40 juta manusia, kerusakan hutan, sumber daya alam habis, hutang yang mengunung, disintegrasi dimana2!!! Apa yang kita miliki dibandingkan kekayaan bangsa lain, kekayaan orang lain??? Apa yang kita miliki ??? Hanya satu, Kita mempunyai rakyat kita !!!

Kita tidak mempercayai mereka yang meremehkan, dan mencemoohkan kekuatan rakyat kita. Kita tidak usah pikirkan para pengkhianat bangsa yang mencemoohkan dan meremehkan kekuatan bangsa kita, kekuatan kita untuk bangkit dari kehancuran! Kita mempercayainya, kita mempercayai bahwa bangsa ini akan berdiri tegak kembali Padanya saja kita dapat bergantung, padanya saja kita dapat membangun. Dan jika saya dapat menimbang ini semua, ia akan lebih berat dibandingkan dunia dan seluruh isinya. Dan jika ada yang ingin memberikan dunia dan seluruh isinya, maka aku akan lebih memilih menjadi rakyat paling miskin di Negara ku ini daripadanya!!! Dan dengan rakyat ini kita harus dan kita akan berhasil mencapai kejayaan di masa mendatang Bangkitlah ia, bangkitlah ia.

Kekuatan yang telah tidur selama 400 tahun, saatnya ia bangun. Saatnya telah tiba baginya untuk bangun dari sisi kelamnya

—————————————————————————

Silakan mengirimkan ke teman2mu sebanyaknya, bagi mereka yang mempercayai harapan itu selalu ada, dan keinginan untuk bangkit akan membuahkan kebangkitan. Hormat saya Salman Azis Alsyafdi