John Perkins memulai dan menghentikan menulis "Confessions of an Economic HIt Man" selama 4 kali dalam kurun waktu 20 tahun. Dia mengatakan bahwa dia diancam dan disuap dalam usaha untuk menghentikan proyek pembyatan bukunya, tetapi setelah 9/11 ia akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pengungkapan profesi kehidupannya yang telah lampau.
Perkins, seorang mantan kepala bidang ekonomi di perusahaan konsultan Chas. T. Main, mengatakan bahwa ia pernah menjadi "Economic hit man" selama 10 rahun, membantu inteligent USA untuk memeras pemimpin negeri lain untuk melayani kepentingan luar negeri Amerika dan menawarkan kontrak-kontrak kepada bisnis-bisnis Amerika. " Economic Hit Man (EHM) adalah para profesional yang di bayar mahal yang ditugaskan untuk mencurangi negara2 di dunia sampai triliunan dolar." Perkin mengungkapkan.
"Confessions of an Economic Hit Man" adalah sebuah kisah yang luar biasa, sebuah kisah yang berisi intrik-intrik, konspirasi dan kegelapan berpikir manusia, ucap John Le Carre, masalahnya buku ini adalah kisah nyata.
Perkin menyebutkan bahwa proyeksi ekonomi dalam bukunya di lakukan berdasarkan gaya Enron untuk memaksa pemerintahan asing untuk menerima pinjaman Milliaran dolar dari Bank Dunia dan institusi lain untuk membangun dam, airport, peralatan militer, dan infrastruktur lain yang ia ketahui negara2 tersebut tidak mampu membiayainya.
Pinjaman di berikan dengan kondisi konstruksi dan kontrak2 proyek itu diberikan kepada perusahaan Amerika. Kesepakatan-kesepakatan ini sangatlah lancar dengan menyuap para petinggi pemerintahan negara asing tersebut, tetapi adalah rakyat di negara tersebut yang harus membayarkan kembali pinjaman2 itu. Ketika pemerintahan itu tidak dapat membayarkannya, adalah suatu hal yang biasa dalam kasus ini, Amerika dan "tukang pukulnya" di Bank Dunia dan IMF akan masuk dan memasukan negeri tersebut dalam sebuah "perjanjian" mengikat, dengan mendiktekan kepada mereka dari Anggaran belanja negara tersebut dan bahkan sampai keputusan2 politiknya.
Perkin berkata " Ini adalah cara yang pintar sekaligus licik dari pemerintahan Amerika untuk mengembangkan kerajaannya dengan biaya Negara2 dunia ketiga.
Dan tahukah kamu Indonesia adalah salah satu contoh sukses misinya.
Untuk lebih jelasnya coba baca "Confessions of an Economic Hitman"
Sebuah rahasia Intel itu akan ada saatnya terungkap. Ia akan expired atau basi dalam kurun waktu tertentu.
Hal ini seperti kasus Pemecahan Kode Militer Enigma saat perang dunia II. Pasukan Sekutu berhasil memenangkan perang, salah satunya karena mereka sudah berhasil memecahkan mesin kode rahasia Jerman, Enigma. Dengan Pemecahan itu mereka bisa mengetahui informasi militer Jerman.
Dulu ketika perang berkecamuk, keberhasilan pemecahan kode ini adalah suatu hal yang sangat2 rahasia. Tapi jaman sekarang sudah diketahui oleh jutaan orang, dan sudah tidak menjadi relevan lagi
Intel pun mengetahui hal ini, maka mereka terus berusaha memperbaiki dan mengembangkan "konspirasi dan intrik" mereka. Bisa jadi apa yang John Perkins katakan adalah suatu konspirasi juga, kita tidak pernah bisa benar2 mempercayai seorang "bekas" Intel.
Tetapi ada suatu hal yang mengecewakan, sebenarnya kita dan rakyat Indonesia sudah banyak mengetahui mengenai kebobrokan IMF dan cara2 mereka ini sebelum Perkins meluncurkan bukunya. Mungkinkah ia meluncurkan buku ini lantaran ilmu di dalamnya sudah menjadi rahasia umum? Ataukah …. Hmmmm ….
Mungkin kita baru akan menemukan kebenaran itu 20-30 tahun mendatang, ketika semua itu sudah menjadi "basi" ….
atau mungkin juga tidak….
konspirasi… konspirasi….
Jangan-jangan banyak isu di sekitar kita hanyalah sebuah konspirasi baru, yang samar dan menerawang. Sementara pion2 rakyat dan mahasiswa terus digerakan dan dikorbankan…
Teruslah mencari ilmu, teruslah memperbaiki diri!!!! Dan jangan jadi pion baru !!